Tersebutlah (ya smua dah tau kaleee) nyomi marcella n jade marcella duo
sister asal Tegal yg malang melintang di dunia perbokepan di LN...ada
lagi angelica lee konon dr indo n 1 lagi christina hadiwidjaya...
brp honor mrk cyiin? entahlah!
Saat menonton film porno, mungkin yang Anda pikirkan adalah mudahnya
menjadi pemain film biru yang dibayar untuk melakukan hubungan seksual.
Namun kenyataannya tidaklah demikian, banyak penderitaan yang dirasakan
oleh si pelaku film porno.
Psikolog Seksual Zoya Amirin, pernah melihat langsung bagaimana proses
pembuatan video porno di Los Angeles. Menurutnya, tidak ada yang nikmat
dalam industri film porno.
"Miris kita melihat bagaimana sang bintang baik pria maupun wanita harus
melakukan adegan seksual yang dipaksa. Pria harus dipaksa alat
kelaminnya 'berdiri' dengan cara disuntik dan wanita harus mengulang
adegan penetrasi dan oral sex dengan menahan sakit," ujar Zoya Amirin
kepada detikHealth, seperti ditulis Rabu (17/10/2012).
Dalam industri film porno, hubungan seksual digambarkan secara
berlebihan. Si pria dituntut harus memiliki ukuran kelamin di atas
rata-rata dan mampu bertahan lama di atas ranjang. Hal ini akhirnya
dianggap sebagai patokan mutlak oleh penikmat film biru. Para lelaki
merasa minder bila ukuran kelaminnya lebih kecil atau tak bisa bertahan
lama saat bercinta.
Padahal untuk mendapatkan semua hal itu, ada berbagai dopping tak sehat
yang digunakan pemain film porno, seperti menyuntik alat kelamin atau
minum berbagai obat-obatan yang dapat merangsang ereksi.
Perlakuan lebih kejam lagi diterima oleh pelaku wanita. Zoya bahkan
menyebut industri film porno merupakan salah satu bentuk kekerasan pada
wanita.
"Bayangkan saja, untuk industri film porno wanita harus bercinta dengan
gaya berlebihan. Oral seks dipaksa, penetrasi sekaligus secara anal
(melalui dubur), oral dan vaginal. Ada juga yang sambil dicekik atau
dimasukan ke dalam toilet. Itu kan sangat menyiksa, mana ada wanita yang
mau diperlakukan begitu," ungkap Zoya yang sangat menentang pornografi.
Tak hanya itu, para pemain baik pria maupun wanita, terutama pada
industri film porno dengan anggaran yang besar, kadang diharuskan
melakukan hubungan seks selama 2 jam non stop. Kondisi ini membuatnya
harus melakukan hubungan seks secara maraton.
Ini tentu saja membutuhkan energi yang tidak sedikit, jika tidak
diimbangi dengan asupan energi yang cukup dan kondisi fisik yang bagus
maka bisa memicu kelelahan dan berdampak buruk bagi kesehatannya.
Belum lagi risiko tertular penyakit menular seksual. Sebagian besar
perusahaan produksi video seks tidak menganggap kondom sebagai alat
penting, karena secara teori itu bisa membunuh fantasi seks, sehingga
kondom sangat jarang digunakan dan hanya pada adegan seks tertentu saja.
"Video porno itu membuat hubungan seksual tampak sangat berlebihan.
Akhirnya itu meracuni penontonnya. Pria mungkin akan memaksa pasangannya
untuk beradegan layaknya aktor dan aktris dalam video porno, yang tentu
akan sangat menyiksa. Kadang ada yang merasa tidak puas bila tidak sama
seperti di video. Padahal adegan seks dalam video porno tidaklah
menyenangkan, dibuat-buat dan sangat berlebihan," tegas Zoya.
http://forum.detik.com/menyingkap-tabir-misteri-dunia-perbokepan-t545000.html?df9922tpop
Mari Menyingkap Tabir Misteri Dunia Perbokepan
Posted by
blogger asik
at
09.30
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
